02 Januari 2017

Berani, Mulai

Berani, adalah satu hal yang mesti ada dalam diri setiap manusia, terutama anak muda. Terlepas dari positif dan negative atau baik dan buruk, yang terpenting mampu menanamkan mental berani lebih dulu. Berani menolak yang tidak sejalan dengan pemikiran kita, berani mengatakan tidak untuk apa yang tidak membuat kita nyaman, dan berani berbicara menyampaikan opini atau pendapat.

Namun sikap berani harus berbanding lurus dengan sikap terbuka, karena tak semua yang kita katakan itu benar atau yang kita lakukan itu tepat, maka menerima dan membuka pikiran untuk mempertimbangkan pendapat orang lain juga tetap harus dilakukan.

Berani keluar dan bergaul. Dalam lingkungan pergaulan atau kelompok tak sadar akan memberi pelajaran bagaimana membuat orang lain nyaman dengan kita, bagaimana cara menerima pendapat orang lain tanpa merasa tersinggung karena pendapat kita belum bisa diterima.
“Kalau kamu masih baperan ditongkrongan, berarti temen mu kurang banyak, atau temen mu kurang iseng”
Dulu stand-up comedy yang gua anggap adalah melawak sendiri diatas panggung, jauh dengan fakta yang terjadi setelah gua masuk kelingkungan itu. Bukan sekedar melawak dan bercerita, gua di tuntut untuk tetap serius dalam bercanda dan menyampaikan keresahan atas dasar kejujuran, tapi yang paling penting itu lucu sih, hehe

Ada beragam teknik dalam Stand-up comedy, mungkin kalau kamu yang dulu sempat meremehkan kegitan ini, bakal di buat pusing dengan teknik-teknik itu, atau kamu yang masih suka pake materi orang untuk dijadikan caption instagram atau meme, kamu akan berhenti melakukan itu dan lebih menghargai karya orang, seperti apa pun karya itu.

Sejatinya memang tak ada karya yang buruk,mungkin itu hanya masalah selera, bisa jadi karya gua bukan seleramu atau karyamu bukan selera gua. Dan kalau bicara selera itu luas.

Jadi daripada sibuk mencibir karya orang, mending kita mencibir younglex -Ehh.

Oke mungkin cukup sekian. Setiap penulis punya pembacanya. Setiap penyanyi punya pendengarnya. Jadi...?