09 Januari 2017

3 Fakta ilmiah Kenapa gak boleh meniup makan atau minuman panas.


Masih ingat dengan acara landing manah (special show kalis)? Gak ya. Yaudah gue jelasin disini. Di acara Landong Manah Isro Kalis membahas tentang haramnya meniup makanan, atau minuman panas, berikut dia jelaskan dengan dalilnya. Kalau kalis udah ngomongin dalil memang tak usah diragukan lagi.

Allah membuat aturan memang bukan tanpa sebab, selalu ada alasan demi kebaikan umatnya. Lah kok gue jadi kaya kalis. Oke ini dia 3 alasan ilmiah kenapa islam mengharamkan kita meniup makanan/minuman panas.

  • Bahaya asam karbonat
Fakta ilmiah pertama, bahwa bertemunya H2O (air dalam gelas) dengan karbondioksia atau CO2 (udara yang kita tiupkan melalui mulut) akan menghasilkan asam karbonat atau H2CO3.

Nah jika senyawa kimia ini masuk ke dalam perut kita bisa menyebabkan penyakit jantung.

  • Partikel berbahaya
Di dalam mulut kita terdapat partikel berbahaya. Apakah itu? Sisa-sisa makanan dalam mulut akan membusuk sehingga menyebabkan bau mulut tidak sedap. Bau ini apabila ditiupkan dalam air panas yang akan kita minum, maka akan menempel dan sangat tidak baik jika kita minum lagi.

  • Mikro organisme
Selain itu, di dalam mulut terdapat mikro organisme tak kasat mata yang bersifat mutualisme (baik) dan juga ada yang patologi (buruk). Maka, makhluk kecil tak kasat mata dalam mulut akan menempel pada makanan panas apabila kita tiup dan kemudian masuk ke dalam perut. Bukankah ini berbahaya?

Demikian tiga fakta ilmiah mengenai larangan meniup minuman atau makanan panas dalam Islam yang acapkali kita lakukan sehari-hari.

Pesan dari penulisDaripada kamu meniup makanan/minuman panas, lebih baik kamu meniup kabar/berita panas. *Sundulu*

(Sumber: islamcendekia.com)